Desa Air Talas di Kabupaten Muara Enim pernah dikenal sebagai desa wisata, namun kegiatannya meredup dan kawasan berangsur ditinggalkan pengunjung.
Anggrek Dewata yang dijalankan PT Pertamina EP Asset 2 Field Limau menghidupkan kembali desa tersebut dengan menempatkan agribisnis sebagai penggeraknya.
Pemilihan agribisnis sebagai motor berbeda dari pendekatan lazim yang menempatkan wisata di depan dan pertanian sebagai pelengkap.
Alasannya terletak pada kepastian pendapatan, karena hasil kebun tetap dapat dijual meski kunjungan wisata sedang sepi.
Petani didampingi mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan sekaligus menarik untuk disaksikan pengunjung.
Kegiatan bertani ditata agar dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata, mulai dari memetik hingga mengolah hasil panen.
Pengelolaan kunjungan, penyediaan layanan, dan pemasaran paket kegiatan diajarkan kepada warga kepada calon pengunjung.
Buah tangan berupa produk olahan disiapkan bagi pengunjung, menambah lapisan pendapatan dari tiap kunjungan.
Kelembagaan pengelola dikuatkan agar kegiatan berjalan teratur dan pembagian hasil di antara warga berlangsung terbuka.
Kini desa tersebut kembali menerima kunjungan dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, karena penghasilan warganya tidak bertumpu pada satu sumber saja.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina EP Asset 2 - Field Limau
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023