Kawasan Mambal di Kabupaten Badung, Bali, merupakan daerah tangkapan air yang menopang mata air bagi wilayah di bawahnya, termasuk sumber yang dimanfaatkan pabrik air minum setempat.
Tekanan terhadap kawasan datang dari pola bertani yang membuka lahan tanpa naungan, menipiskan tutupan vegetasi dan mempercepat aliran air permukaan setiap kali hujan turun deras.
program Agroforestri Kopi untuk memulihkan keadaan tersebut dengan cara disusun PT Tirta Investama Mambal untuk tidak mengorbankan penghasilan petani.
Sistem agroforestri menempatkan kopi tumbuh di bawah tegakan pohon pelindung, sebuah susunan yang meniru struktur hutan alami dengan lapisan tajuk bertingkat.
Struktur berlapis ini menahan air hujan agar tidak langsung menghantam permukaan tanah, memperlambat limpasan, dan memberi waktu bagi air meresap ke lapisan bawah.
Bagi petani, pohon penaung memberi manfaat langsung karena kopi arabika membutuhkan naungan untuk menghasilkan biji dengan keasaman dan aroma yang lebih baik.
Pendampingan yang diberikan mencakup teknik budidaya, pengelolaan bahan organik, hingga penanganan pascapanen yang menentukan mutu akhir kopi di tangan pembeli.
Kelompok tani juga difasilitasi menembus pasar kopi khusus, segmen yang menghargai asal-usul dan cara tanam sehingga harganya jauh di atas kopi curah biasa.
Kenaikan pendapatan dari kopi menjadi alasan paling meyakinkan bagi petani untuk mempertahankan tegakan pohon, ketimbang menebangnya demi memperluas lahan terbuka.
Dengan cara ini fungsi hidrologis kawasan Mambal terjaga tanpa harus melarang warga bertani, dan pemulihan lingkungan berjalan melalui kepentingan ekonomi mereka sendiri.
- Perusahaan pelaksana
- PT Tirta Investama - Mambal
- Sektor perusahaan
- Manufaktur
- Wilayah
- Kabupaten Badung, Bali
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2023