Perairan Teluk Tomori menghadapi tekanan dari bintang laut berduri Acanthaster planci, pemangsa karang yang ledakan populasinya mampu menghabiskan hamparan terumbu dalam waktu singkat.
AKAR MERA yang dijalankan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi menjawab persoalan itu melalui transplantasi karang dengan metode bernama RAPTOR atau Rak Anti Planci Tomori.
Rancangan rak tersebut secara khusus dibuat untuk menghalangi bintang laut berduri mencapai karang muda yang sedang dipulihkan, sebuah kendala yang biasanya menggagalkan banyak upaya transplantasi.
Perlindungan pada tahap awal pertumbuhan sangat menentukan, lantaran karang yang belum mapan jauh lebih rentan dibanding koloni dewasa yang telah lama menempel di dasar laut.
Di daratan, program PANUTAN BANGGAI menjalankan konservasi burung hantu jenis Tyto rosenbergii sebagai pengendali hama tikus alami di lahan pertanian warga.
Seekor burung hantu mampu memangsa tikus dalam jumlah besar setiap malam, menggantikan racun kimia yang membahayakan ternak, mencemari lahan, dan menimbulkan kekebalan pada hama.
Tantangan terberat bersifat budaya, mengingat burung hantu di banyak daerah dianggap pembawa sial sehingga kerap diusir atau dibunuh oleh warga sendiri.
Program mengubah persepsi tersebut melalui pengenalan manfaat nyata, hingga burung yang semula ditakuti berubah menjadi mitra petani yang keberadaannya dijaga.
Limbah non-B3 dimanfaatkan menjadi batako, sementara pompa air bertenaga kincir angin dihadirkan untuk mengairi lahan tanpa memerlukan bahan bakar.
Eko-eduwisata burung hantu dikembangkan sebagai lini pendapatan baru, menjadikan satwa yang dahulu dianggap pertanda buruk sebagai daya tarik yang mendatangkan pengunjung ke desa.
- Perusahaan pelaksana
- JOB Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 14
- Tahun
- 2024