Usaha cuci motor tersebar di hampir setiap sudut kota dan menghasilkan air limbah bercampur oli serta deterjen yang langsung mengalir ke saluran umum tanpa perlakuan.
BENGKEL EDUPRENEUR BERDIKARI yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang menyasar persoalan yang jarang tersentuh program lingkungan tersebut.
Skema AQUA CYCLE diterapkan untuk mengolah limbah air cuci motor menjadi air bersih yang dapat dipakai kembali, memutus aliran pencemaran sekaligus menghemat pemakaian air.
Pemakaian ulang air pada usaha cuci kendaraan memberi penghematan yang langsung terasa, karena air merupakan komponen biaya terbesar setelah tenaga kerja.
Limbah daun mangrove kering diolah menjadi sabun, memanfaatkan bahan yang berlimpah di kawasan pesisir Semarang dan sejauh ini hanya menumpuk membusuk.
Produk sabun tersebut dikembangkan menjadi Sabun Eco Cleaning Kit, perlengkapan pembersih yang menyasar kebutuhan usaha bengkel dan rumah tangga sekaligus.
Inovasi knalpot rendah emisi dikembangkan sebagai produk perbengkelan, menautkan keterampilan teknis peserta dengan upaya menekan pencemaran udara perkotaan.
Pilihan mengembangkan produk teknis seperti ini menaikkan posisi bengkel dari sekadar penyedia jasa menjadi produsen yang memiliki nilai tawar tersendiri.
Pelatihan berwirausaha bengkel diberikan disertai bantuan tempat usaha, menjawab hambatan terbesar bagi pemula yang memiliki keterampilan namun tidak memiliki lokasi.
Gabungan antara keterampilan teknis, produk inovatif, dan pengelolaan limbah menjadikan bengkel binaan ini contoh usaha kecil yang mampu berdiri tanpa mengorbankan lingkungan sekitarnya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Semarang
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 6
- Tahun
- 2024