Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat menghadapi eceng gondok yang tumbuh tak terkendali, sementara di sekitarnya berdiri permukiman yang menghasilkan sampah plastik dalam jumlah besar.
BUMI PASUNDAN, kependekan dari Bangun Ekonomi Masyarakat melalui Pengelolaan Sumber Daya Terbarukan, dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTA Saguling untuk menangani keduanya sekaligus.
Plastik hasil pemilahan diubah menjadi paving block dan perabot, mengubah material yang paling sulit terurai menjadi barang tahan lama yang memiliki nilai jual.
Pemilihan produk berumur panjang seperti ini bermakna khusus, karena plastik yang terkunci di dalam benda pakai tidak kembali beredar sebagai sampah dalam waktu dekat.
Eceng gondok dimanfaatkan menjadi pakan ternak sekaligus bahan kerajinan, dengan pengangkatan mencapai sekitar tiga kuintal setiap hari dari permukaan waduk.
Volume sebesar itu memberi dampak nyata pada kondisi perairan sekaligus memastikan pasokan bahan baku kelompok pengrajin tetap tersedia sepanjang tahun.
Mantan preman dilibatkan sebagai pelaku kegiatan, memberi jalan keluar bagi kelompok yang sulit memperoleh pekerjaan formal karena catatan masa lalunya.
Pemulung ditempatkan pada posisi yang lebih baik dalam rantai nilai, tidak lagi sekadar mengumpulkan tetapi ikut mengolah dan memperoleh bagian dari nilai tambahnya.
Lansia, petani, dan perempuan dilibatkan pada tahapan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, memastikan setiap kelompok memiliki peran yang nyata.
Penurunan biaya produksi, kenaikan pendapatan, dan berkurangnya angka pengangguran menjadi tiga hasil yang saling menopang, menjadikan pengelolaan limbah waduk sebagai pintu masuk bagi perbaikan sosial di kawasan tersebut.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTA Saguling
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2024