Kegiatan bertani menuntut kehadiran terus-menerus untuk menyiram, memupuk, dan memantau tanaman, beban yang menyita hampir seluruh waktu petani.
Lewat ECO AGROTOMATION, PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim menerapkan otomasi untuk meringankan beban tersebut.
Sistem otomasi bekerja mengatur pemberian air dan nutrisi menurut jadwal atau kondisi yang terbaca sensor, tanpa memerlukan kehadiran petani setiap saat.
Ketepatan pemberian menjadi keuntungan utama, karena tanaman memperoleh air dan hara dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tanpa kelebihan yang terbuang.
Efisiensi ini menekan pemakaian air secara berarti, hal yang penting di kawasan dengan ketersediaan air yang tidak menentu sepanjang tahun.
Penghematan sarana produksi berdampak langsung pada biaya usaha tani yang sejauh ini menggerus margin petani.
Waktu yang tidak lagi habis untuk penyiraman dapat dialihkan ke kegiatan lain, termasuk pengolahan hasil dan pemasaran.
Petani dilatih mengoperasikan dan merawat perangkat, keterampilan yang menentukan apakah sistem tetap berfungsi ketika terjadi gangguan teknis.
Sifat ramah lingkungan melekat pada rancangan karena pemakaian sumber daya ditekan seminimal mungkin tanpa mengorbankan hasil panen.
Produktivitas meningkat sementara pemakaian air dan pupuk menurun, membuktikan bahwa hasil lebih besar tidak selalu menuntut masukan yang lebih banyak.
- Perusahaan pelaksana
- PT Bukit Asam, Tbk - Unit Pertambangan Tanjung Enim
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2023