Kawasan Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir menyimpan bentang alam dan warisan budaya Batak yang keduanya menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Eco Cultural Tourism disusun PLTA PT Indonesia Asahan Aluminium Persero untuk mengembangkan wisata yang menyatukan kedua unsur tersebut.
Penyatuan alam dan budaya menjadi pilihan yang tepat untuk kawasan ini, karena keduanya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat setempat.
Pengelolaan daya tarik wisata diserahkan kepada warga, mulai dari penataan lokasi hingga penyediaan layanan bagi tamu yang datang.
Pelestarian budaya dijalankan melalui penampilan seni, pengenalan tenun, dan penjelasan mengenai adat yang masih dijalankan masyarakat.
Kegiatan tersebut memberi manfaat ganda karena menghasilkan pendapatan sekaligus menjaga praktik budaya tetap hidup di kalangan generasi muda.
Prinsip ramah lingkungan diterapkan pada pengelolaan kunjungan, mencakup pengaturan jumlah tamu dan penanganan sampah yang mereka tinggalkan.
Pembatasan yang disepakati menjaga kawasan dari kerusakan akibat kunjungan berlebihan, persoalan yang menimpa banyak destinasi populer.
Kegiatan wisata membuka sumber penghidupan baru bagi warga di luar sektor pertanian dan perikanan danau.
Alam dan budaya Danau Toba terpelihara melalui susunan ini, dengan warga sebagai pengelola yang berkepentingan menjaga keduanya tetap utuh.
- Perusahaan pelaksana
- PLTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023