Kabupaten Tuban merupakan penghasil jagung dengan hamparan luas, namun tongkol sisa panen sejauh ini hanya menumpuk atau dibakar begitu saja di tepi ladang.
ECO PARK KAMBANG SEMI yang dijalankan PT Semen Indonesia Persero Tbk Pabrik Tuban menjadikan limbah tersebut sebagai bahan bakar biomassa pengganti batu bara.
Pemanfaatannya mencapai tujuh ratus ton setiap bulan, jumlah yang berarti bagi penurunan konsumsi energi fosil sekaligus memberi nilai jual bagi sisa panen petani.
Kepastian pembeli dalam volume besar mengubah posisi tongkol jagung dari sampah menjadi komoditas yang layak dikumpulkan dan diangkut oleh warga.
Tongkol jagung juga dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur tiram, memanfaatkan kandungan seratnya yang sesuai bagi pertumbuhan miselium.
Briket diproduksi sebagai lini ketiga, menyediakan bahan bakar padat untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil di sekitar kawasan.
Ketiga jalur pemanfaatan tersebut memberi kelompok pilihan sesuai permintaan pasar, sehingga bahan baku yang sama tidak bergantung pada satu pembeli saja.
Produk turunan jagung dikembangkan berupa nasi jagung, roti, dan puding, menaikkan nilai komoditas pangan lokal yang bertahun-tahun dipandang sebagai makanan sederhana.
Pendampingan peternakan kambing dan ayam dijalankan sebagai lini pendapatan yang siklusnya berbeda dari pertanian, menjaga pemasukan tetap mengalir di luar musim panen.
Pelatihan perikanan ditambahkan sebagai pelengkap, menjadikan kawasan taman ekologis ini sebagai ruang yang menampung beragam kegiatan produktif dalam satu hamparan terpadu.
- Perusahaan pelaksana
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk - Pabrik Tuban
- Sektor perusahaan
- Semen
- Wilayah
- Kabupaten Tuban, Jawa Timur
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2024