PT Pertamina Patra Niaga - Aviation Fuel Terminal Supadio · Kalimantan Barat

ECO-RISA (Eco-Religion for Support Woman)

Pesantren menampung santri perempuan dalam jumlah besar, dan kebutuhan pembalut sekali pakai di lingkungan tersebut menghasilkan sampah yang sangat sulit ditangani.
ECO-RISA, kependekan dari Eco-Religion for Support Woman, dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan pendekatan yang berakar pada nilai keagamaan.
Limbah daun nanas diolah menjadi kapas sebagai bahan dasar pembalut yang mampu terurai secara alami, memanfaatkan serat tanaman yang biasanya dibuang setelah panen.
Pilihan bahan tersebut menjawab dua persoalan sekaligus, yaitu tumpukan limbah perkebunan nanas dan sampah pembalut yang menumpuk di lingkungan pesantren.
Kain bekas dimanfaatkan menjadi lap pengganti tisu, menekan pemakaian produk sekali pakai lain yang luput dari perhatian.
Produk turunan nanas dikembangkan untuk memperluas manfaat ekonomi dari komoditas yang sama, menjangkau bagian buah maupun daunnya.
Bioplastik berbahan singkong dikembangkan sebagai kemasan yang mampu terurai, melengkapi lini produk dengan nama ECO-PADS dan ECOPIN-MAJUN.
Pendekatan eco-religion menjadikan menjaga kebersihan dan lingkungan sebagai bagian dari laku keagamaan, sehingga kepatuhan tumbuh dari keyakinan santri sendiri.
Program mengajar mengaji secara daring dijalankan berdampingan, menautkan kegiatan lingkungan dengan kegiatan keagamaan dalam satu rangkaian pembinaan.
Pemberdayaan perempuan dalam program ini bersifat menyeluruh, karena santri tidak hanya menjadi pengguna produk tetapi juga pembuat dan penyebar gagasannya ke lingkungan asal masing-masing.

Perusahaan pelaksana
PT Pertamina Patra Niaga - Aviation Fuel Terminal Supadio
Sektor perusahaan
Migas
Wilayah
Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Pilar SDGs
SDG 5
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR