Sungai Cimanuk membelah jantung Kota Indramayu, namun bantarannya selama bertahun-tahun menjadi kawasan kumuh yang menerima buangan permukiman tanpa penanganan.
Warga memperlakukan sungai sebagai halaman belakang, membangun rumah yang membelakanginya dan membuang apa saja yang tidak lagi dikehendaki.
Ekoriparian Tjimanoek Lama merupakan inisiatif PT Polytama Propindo yang merevitalisasi bantaran tersebut menjadi kawasan hijau, asri, dan artistik.
Program dikerjakan dalam kerja sama penuh dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, kemitraan yang memungkinkan penataan menyentuh urusan tata ruang dan perizinan.
Program membangun ruang terbuka hijau di sepanjang bantaran, mengubah lahan yang semula terbengkalai menjadi tempat warga berkumpul dan berolahraga.
Instalasi pengolahan air limbah dipasang untuk menahan beban pencemaran dari permukiman sebelum air mengalir ke badan sungai.
Mural bertema sejarah dan budaya Indramayu menghiasi kawasan, memberi identitas yang membedakannya dari taman kota pada umumnya.
Kawasan kuliner menjangkau pelaku usaha kecil, menjadikan penataan lingkungan sekaligus sebagai pembukaan lapangan usaha bagi warga.
Taman Ekoriparian Tjimanoek diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Desember 2021 dan berkembang menjadi ikon Kota Indramayu.
Fungsi ekologis sungai pulih, warga memperoleh ruang publik yang layak, dan pedagang di kawasan kuliner mencatat kenaikan pendapatan yang nyata.
- Perusahaan pelaksana
- PT Polytama Propindo
- Sektor perusahaan
- Petrokimia & Industri Kimia
- Wilayah
- Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 6
- Tahun
- 2022