Desa Air Talas di Muara Enim memiliki kebun jeruk siam yang produktivitasnya menurun akibat serangan penyakit dan pengelolaan yang belum tertata.
GEMA DEWATA, kependekan dari Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa Wujudkan Air Talas Mandiri, dijalankan PT Pertamina EP Field Limau untuk membangkitkan kembali potensi tersebut.
Fungi Trichoderma diterapkan sebagai agen hayati yang menekan penyakit akar sekaligus memacu pertumbuhan tanaman, menggantikan pestisida kimia yang biayanya terus meningkat.
Penggunaan agen hayati memberi manfaat berkelanjutan karena mikroba tersebut berkembang biak di dalam tanah, sehingga pengaruhnya bertahan jauh lebih lama dibanding penyemprotan berkala.
Kulit jeruk yang terbuang diolah menjadi sabun, memanfaatkan kandungan minyak atsiri yang berfungsi sebagai pembersih sekaligus pewangi alami.
Limbah yang sama juga diolah menjadi kantong plastik organik yang mampu terurai, menjawab persoalan sampah plastik dengan bahan yang berasal dari kebun warga sendiri.
Biogas dari kotoran sapi dimanfaatkan sebagai sumber energi, memangkas pengeluaran rumah tangga sekaligus menyediakan pupuk dari ampas prosesnya.
Wisata petik jeruk dikembangkan sebagai lini pendapatan baru, memungkinkan petani menjual pengalaman berkebun dengan nilai yang lebih tinggi dibanding menjual buah secara curah.
Produk turunan berupa pie susu, sirup, dan selai dikembangkan untuk menyerap buah berukuran kecil atau kurang mulus yang sulit terjual dalam bentuk segar.
Kelompok Petani Cilik dibentuk untuk mengedukasi anak-anak mengolah sampah menjadi ecobrick dan biogas, menanamkan kebiasaan mengelola limbah sejak dini di lingkungan kebun mereka sendiri.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina EP Asset 2 - Field Limau
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2024