Kelompok tani di Kabupaten Serang kerap terhenti pada persoalan yang sama, yaitu tidak adanya modal untuk memulai dan tidak adanya kepastian siapa yang akan membeli hasil panen.
TEGAR BERSAMA merupakan inisiatif PT PLN Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan PLTGU Cilegon yang menjawab kebuntuan itu melalui integrated farming berbasis sistem sharing plasma.
Skema plasma menempatkan perusahaan dan kelompok sebagai mitra yang berbagi peran, dengan sarana produksi disediakan di awal dan hasil panen dibagi menurut kesepakatan.
Susunan seperti ini memindahkan sebagian risiko dari petani, kelompok yang paling tidak mampu menanggung kerugian bila satu musim tanam gagal total.
Pertanian, peternakan, dan perikanan dijalankan dalam satu hamparan yang saling terhubung, bukan sebagai tiga kegiatan terpisah yang berjalan sendiri-sendiri.
Keterhubungan itu terlihat pada arus bahan, di mana sisa panen menjadi pakan ternak, kotoran ternak menjadi pupuk lahan, dan air kolam ikan menyuburkan tanaman.
Biaya produksi menyusut karena sebagian besar masukan tidak lagi dibeli dari luar, melainkan dihasilkan dari kegiatan yang berjalan di dalam kawasan itu sendiri.
Pendampingan teknis diberikan pada setiap simpul, mulai dari pemilihan komoditas, jadwal tanam, manajemen kandang, hingga pencatatan keuangan kelompok.
Kepastian pasar menjadi bagian yang paling menenangkan bagi anggota, karena hasil panen memiliki penyerap sebelum benih ditanam, bukan setelah panen menumpuk tanpa pembeli.
Kelompok yang semula bergantung pada bantuan bertahap berpindah menjadi unit usaha yang mampu merencanakan produksi dan mengelola keuangannya sendiri.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power - Unit Jasa Pembangkitan PLTGU Cilegon
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Serang, Banten
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2023