Pesisir Karawang menghadapi abrasi yang menggerus daratan sekaligus mengancam tambak dan permukiman yang berada tepat di belakang garis pantai.
JAM PASIR, kependekan dari Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, dijalankan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java untuk memulihkan kawasan tersebut bersama warga.
Alat Pemecah Ombak dibuat dari ban motor bekas, memanfaatkan limbah yang mudah diperoleh sekaligus memberi tujuan akhir yang bermanfaat bagi barang yang sulit didaur ulang.
Struktur ini bekerja dengan memecah energi gelombang sebelum mencapai daratan, memberi waktu bagi bibit mangrove untuk berakar kuat sebelum menghadapi hantaman air laut secara langsung.
Konservasi yang dijalankan mencakup empat belas spesies mangrove dilindungi, jumlah yang menunjukkan bahwa penanaman diarahkan pada pemulihan keragaman hayati, bukan sekadar memenuhi target jumlah bibit.
Keragaman spesies menentukan ketahanan ekosistem, karena tiap jenis mangrove memiliki toleransi berbeda terhadap salinitas dan kedalaman air sehingga saling melengkapi di zona yang berlainan.
Kawasan yang pulih dikembangkan menjadi ekowisata mangrove dengan jalur pengunjung yang dibangun dari limbah palet kayu, kembali memanfaatkan bahan bekas untuk sarana publik.
Istri nelayan dilatih mengolah produk UMKM berbasis hasil kawasan, meliputi kerupuk rajungan, dodol buah mangrove, dan amplang yang seluruhnya bertumpu pada bahan baku setempat.
Dodol buah mangrove memiliki arti khusus karena membuktikan bahwa mangrove bernilai ekonomi ketika dibiarkan tumbuh, bukan ketika ditebang untuk kayu bakar atau dibuka menjadi tambak.
Perpaduan pelindung fisik, pemulihan keanekaragaman hayati, dan penghasilan dari produk turunan menjadikan warga pesisir Karawang memiliki alasan nyata untuk menjaga kawasan yang melindungi tempat tinggal mereka sendiri.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Hulu Energi - Offshore North West Java (PHE ONWJ)
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Karawang, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 14
- Tahun
- 2024