PT PLN Indonesia Power PLTU Suralaya · Banten

JAMUS KALIMASADA (Jaringan Masyarakat untuk Kembangkan Limbah Inovatif demi masa depan yang sejahtera)

Kota Cilegon menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap hari, sementara di kota yang sama berdiri pembangkit listrik yang membutuhkan bahan bakar dalam jumlah tidak kalah besar.
JAMUS KALIMASADA yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTU Suralaya mempertemukan dua kebutuhan itu melalui jaringan masyarakat pengelola limbah.
Sampah organik diarahkan ke dua jalur, yaitu budidaya maggot yang menghasilkan pakan bernilai dan pengolahan menjadi bahan bakar jumputan padat untuk kebutuhan co-firing.
Co-firing berarti mencampurkan bahan bakar alternatif tersebut dengan batu bara pada proses pembakaran, menurunkan porsi energi fosil tanpa mengubah instalasi pembangkit.
Refuse Derived Fuel dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan nilai kalor yang telah ditingkatkan melalui pemilahan dan pengeringan sampah secara terkendali.
Tungku pirolisis dioperasikan untuk mengurai sampah pada suhu tinggi tanpa oksigen, sebuah proses yang menekan emisi sekaligus menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai pestisida alami.
Keluaran ganda dari satu proses seperti ini memperkuat kelayakan usaha kelompok, lantaran pendapatan tidak hanya datang dari satu jenis produk.
RDF dan FABA dimanfaatkan sebagai media tanam yang mampu menghemat biaya hingga tujuh puluh persen dibanding media komersial yang harus dibeli dari luar.
Abu sisa pembakaran sampah diolah menjadi paving, melanjutkan rantai pemanfaatan hingga tahap paling akhir sehingga residu yang benar-benar terbuang sangat sedikit.
Para perempuan tani bersama pelaku UMKM pengelola sampah menjadi penggerak seluruh kegiatan, menempatkan warga sebagai pemilik proses ketimbang sekadar penyetor bahan baku.

Perusahaan pelaksana
PT PLN Indonesia Power PLTU Suralaya
Sektor perusahaan
Energi Pembangkitan
Wilayah
Kota Cilegon, Banten
Pilar SDGs
SDG 12
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR