Gunung Ungaran pernah mengalami kebakaran hutan yang menyisakan lahan gundul, mempercepat erosi, dan mempersempit habitat satwa yang tinggal di dalamnya.
JULANG EMAS yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTGU Semarang memulihkan kawasan tersebut melalui gerakan Pohon Asuh yang melibatkan warga sebagai penanggung jawab tanaman.
Skema pengasuhan pohon berbeda dari penanaman massal biasa, lantaran setiap batang memiliki pihak yang bertanggung jawab merawatnya hingga tumbuh mapan.
Pertanggungjawaban yang jelas inilah yang menentukan tingkat keberhasilan hidup tanaman, faktor yang paling sering diabaikan pada kegiatan penghijauan seremonial.
Instalasi mikrohidro dibangun memanfaatkan aliran air di kawasan tersebut, menghasilkan daya yang bersumber dari ekosistem yang sedang dipulihkan.
Listrik tersebut menggerakkan POWER DRY DOME untuk pengeringan kopi, menghubungkan pemulihan hutan dengan peningkatan mutu komoditas warga secara langsung.
Keterkaitan itu bersifat timbal balik, mengingat debit air yang menopang mikrohidro hanya terjaga bila tutupan hutan di atasnya tetap rapat.
Diversifikasi produk kopi lokal dikembangkan untuk memperluas pasar, mengubah hasil panen menjadi produk kemasan dengan identitas kawasan yang jelas.
Peningkatan pendapatan yang menyertainya menjadi alasan paling kuat bagi warga untuk tidak kembali membuka lahan dengan cara membakar.
Pergeseran pola pikir untuk tidak lagi berburu satwa hutan menjadi capaian yang paling sulit diraih namun paling menentukan bagi pemulihan ekosistem Gunung Ungaran dalam jangka panjang.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTGU Semarang
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2024