PT PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon · Banten

KAMI BERSEMI (Kampung Inovasi, Bersih Sejahtera dan Mandiri)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di banyak desa berhenti beroperasi tidak lama setelah diresmikan, umumnya karena biaya operasional yang tidak tertutup oleh iuran warga.
KAMI BERSEMI, kependekan dari Kampung Inovasi Bersih Sejahtera dan Mandiri, dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon bagi desa-desa di Kabupaten Serang, Banten, dengan menempatkan swadaya sebagai dasar pengelolaan.
Mesin pemilah sampah bernama GIBRIG dikembangkan untuk mempercepat pemisahan, tahap yang paling menyita tenaga dan menjadi penyebab utama tersendatnya pengolahan.
Bahan organik terpilah diurai menjadi pupuk dengan bantuan bio enzim yang mempercepat penguraian, memangkas waktu pengomposan yang biasanya berlangsung berminggu-minggu.
Sampah anorganik diarahkan ke proses pirolisis yang mengubah plastik menjadi bahan bakar pengganti solar, menghasilkan produk bernilai jual tinggi dari bahan yang paling sulit ditangani.
Ketersediaan bahan bakar hasil olahan tersebut memungkinkan sebagian kebutuhan operasional pengangkutan ditutup dari hasil pengolahan itu sendiri.
Lahan kosong di desa dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau dan kegiatan pertanian, mengubah area telantar yang sebelumnya malah menjadi tempat pembuangan liar.
Sabun dan furnitur diproduksi dari limbah sebagai lini usaha yang menyasar pasar berbeda, memperluas sumber pendapatan kelompok pengelola.
Learning center dihadirkan untuk mengedukasi sekolah dalam memilah sampah, menanamkan kebiasaan yang menentukan mutu bahan baku yang masuk ke tempat pengolahan.
Pengelolaan sampah sepenuhnya bergantung pada kedisiplinan memilah di tingkat rumah tangga. Karena itu edukasi sekolah bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti yang menentukan keberlanjutan program.

Perusahaan pelaksana
PT PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon
Sektor perusahaan
Energi Pembangkitan
Wilayah
Kabupaten Serang, Banten
Pilar SDGs
SDG 12
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR