Lebah Trigona menghasilkan madu dengan kandungan propolis tinggi yang harganya jauh di atas madu biasa, namun pengolahannya menuntut ketelitian yang tidak dimiliki pembudidaya pemula.
Kampung BERSEKA yang dijalankan PT Bio Farma Persero di wilayah Kota Bandung menempatkan pembenahan mutu sebagai titik awal, dimulai dari proses filterasi yang menentukan kejernihan dan daya simpan produk.
Pendampingan mutu semacam ini sejalan dengan kompetensi perusahaan di bidang farmasi, tempat standar kebersihan dan pengendalian proses menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pemasaran dijalankan melalui dua kanal sekaligus, yaitu penjualan daring yang menjangkau pembeli luar daerah dan penjualan langsung yang membangun kepercayaan pelanggan setempat.
Learning center budidaya madu didirikan sebagai pusat belajar, memastikan pengetahuan menyebar ke pembudidaya baru tanpa harus mengulang pelatihan dari awal.
Fungsi mengajar juga mengubah posisi kelompok binaan menjadi pengajar, sebuah peran yang menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Diversifikasi produk makanan olahan dikembangkan bagi pelaku UMKM lain di kampung tersebut, memperluas manfaat program di luar kelompok pembudidaya lebah.
Penganekaragaman ini penting untuk menjaga ketahanan ekonomi kampung, karena bergantung pada satu komoditas membuat warga rentan terhadap gangguan panen maupun harga.
Pembangunan jaringan pipanisasi dijalankan untuk meningkatkan aksesibilitas air bersih, menjawab kebutuhan dasar yang biasanya menyita waktu warga setiap hari.
Waktu yang sebelumnya habis untuk mengambil air kini dapat dialihkan ke kegiatan produktif, menjadikan penyediaan air sebagai investasi ekonomi dan bukan sekadar layanan sosial.
- Perusahaan pelaksana
- PT Bio Farma (Persero)
- Sektor perusahaan
- Farmasi & Layanan Kesehatan
- Wilayah
- Kota Bandung, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2024