Kecamatan Bacukiki di Kota Parepare memiliki lahan pertanian yang bergantung sepenuhnya pada hujan, membatasi kegiatan bertani pada sebagian tahun saja.
Kampung Energi Berdikari Bacukiki disusun PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fuel Terminal Pare-pare untuk membuka solusi melalui kemandirian energi.
Energi ditempatkan sebagai pintu masuk karena banyak persoalan pertanian di kawasan kering berakar pada ketiadaan daya untuk menggerakkan pompa air.
Kotoran ternak milik warga diarahkan ke reaktor biogas, yang keluarannya dipakai untuk memasak sekaligus menopang kegiatan usaha di kampung.
Pemanfaatan kotoran ternak memberi manfaat berlapis karena menyelesaikan persoalan bau di sekitar kandang sambil menyediakan bahan bakar tanpa biaya beli.
Sisa olahan reaktor tidak dibuang melainkan diproses menjadi pupuk cair yang kembali ke lahan garapan, sehingga tidak ada bahan yang keluar sebagai buangan akhir.
Warga dilatih mengoperasikan dan merawat instalasi, keterampilan yang menentukan apakah sarana tetap berfungsi setelah pendampingan berakhir.
Ketersediaan energi memungkinkan pengairan berjalan pada musim kering, membuka peluang menanam lebih dari satu kali dalam setahun.
Pengeluaran rumah tangga untuk bahan bakar menurun, memberi penghematan yang langsung terasa bagi keluarga berpenghasilan terbatas.
Kampung yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri menjadi contoh kemandirian yang bertumpu pada sumber daya yang sejauh ini dianggap limbah.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Regional Sulawesi Fuel Terminal Pare-pare
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Parepare, Sulawesi Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2023