PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap · Jawa Tengah

KAMPUNG KEPITING

Tambak di kawasan pesisir Cilacap selama bertahun-tahun dibuka dengan mengorbankan mangrove, dan hilangnya mangrove sebaliknya menurunkan hasil tambak itu sendiri.
Hubungan karena akibat tersebut kerap tidak disadari, padahal mangrove merupakan tempat memijah dan berlindung bagi biota yang menjadi benih alami bagi tambak di sekitarnya.
KAMPUNG KEPITING yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap memadukan konservasi mangrove dengan budidaya kepiting di dalam area tambak yang sama.
Model silvofishery ini memungkinkan mangrove tumbuh berdampingan dengan kegiatan budidaya, sehingga petambak tidak perlu memilih antara pendapatan dan kelestarian.
Kepiting bakau dipilih karena hidup alaminya memang berada di antara akar mangrove, menjadikan pemulihan vegetasi sebagai syarat sekaligus penopang keberhasilan budidaya.
Sistem ini juga memangkas kebutuhan pakan, karena kawasan bervegetasi menyediakan sumber makanan alami yang tidak tersedia pada tambak terbuka tanpa naungan.
Pengembangan produk olahan hasil perikanan dijalankan sebagai lini hilir, memindahkan nilai tambah kepada kelompok pengolah setempat bukan pedagang antarkota.
Kepiting cangkang lunak menjadi salah satu produk yang menonjol karena harganya jauh di atas kepiting biasa dan permintaannya stabil dari sektor kuliner.
Kawasan yang tertata kemudian berkembang menjadi tujuan kunjungan, menambah lapisan pendapatan dari jasa yang tidak bergantung pada hasil panen.
Keberhasilan model ini terletak pada bertemunya kepentingan ekologis dan ekonomis dalam satu hamparan, sehingga menjaga mangrove menjadi tindakan yang menguntungkan petambak secara langsung.

Perusahaan pelaksana
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap
Sektor perusahaan
Migas
Wilayah
Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Pilar SDGs
SDG 14
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR