Desa Prangat Baru di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, berada di kawasan berbukit dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut.
Kopi liberika tumbuh baik pada kondisi tersebut, dan seorang petani setempat telah membudidayakannya secara konsisten selama puluhan tahun sebelum program berjalan.
Kapak Prabu disusun PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur untuk berawal pada Agustus 2020 melalui pemberian pupuk kompos hasil biogreening Santan Terminal kepada kelompok petani kopi.
Kerja sama berlanjut dengan kesepakatan program yang mencakup studi banding budidaya kopi ke kawasan Pangalengan dan Malabar di Jawa Barat.
Pendampingan perizinan pangan industri rumah tangga diberikan bersama perbaikan kemasan agar biji dan bubuk kopi layak dipasarkan lebih luas.
Pemeliharaan musang luwak dijalankan dengan memperhatikan kesejahteraan satwa, sebuah penekanan yang membedakan program ini dari praktik kopi luwak yang kerap dikecam.
Kopi luwak yang dihasilkan menjadi yang pertama sekaligus satu-satunya di Kalimantan Timur, memberi keunikan yang sulit ditiru daerah lain.
Kawasan berkembang menjadi eduwisata dengan terbentuknya empat kelompok sadar wisata di desa tersebut.
Puluhan petani bergabung dalam kelompok tani kampung kopi luwak yang mengelola lahan puluhan hektare dengan puluhan ribu batang pohon.
Kemitraan hilir dijalin dengan perhotelan di Samarinda yang menyerap produk, menempatkan perusahaan migas sebagai pendamping hulu dan mitra hotel sebagai penyerap hilirnya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023