PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Banjarmasin · Kalimantan Selatan

KAMPUNG SIAGA BENCANA KUIN CERUCUK

Kampung Kuin Cerucuk di Banjarmasin merupakan permukiman padat di tepian sungai yang bangunannya sebagian besar berbahan kayu, menjadikan kebakaran sebagai ancaman yang selalu mengintai.
KAMPUNG SIAGA BENCANA KUIN CERUCUK yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin membangun kesiapsiagaan warga dengan pendanaan yang bersumber dari kegiatan produktif.
Sampah organik warga dimanfaatkan untuk budidaya maggot, mengubah bahan yang menyumbat saluran air menjadi pakan berprotein tinggi.
Maggot tersebut dipakai sebagai pakan lele, memangkas biaya budidaya sekaligus menghasilkan ikan dengan kandungan gizi yang baik.
Hasil penjualan lele digunakan untuk menopang operasional Barisan Pemadam Kebakaran kampung, menciptakan sumber dana mandiri yang tidak bergantung pada bantuan tahunan.
Kemandirian pembiayaan menjadi pembeda utama program ini. Di banyak kampung, peralatan pemadam yang tidak terawat akibat ketiadaan dana malah berbalik menjadi penyebab gagalnya penanganan kebakaran.
Sebagian hasil budidaya dialokasikan untuk pemberian makanan tambahan bagi anak kurang gizi, menghubungkan kesiapsiagaan bencana dengan perbaikan gizi warga.
Para ibu di kampung tersebut dilatih memadamkan kebakaran, sebuah keputusan yang penting karena kebakaran kerap terjadi pada siang hari ketika kaum laki-laki sedang bekerja di luar kampung.
Program juga menangani persoalan sosial berupa pungutan liar yang sejauh ini membebani warga dan merusak kepercayaan terhadap kegiatan bersama.
Penanganan pungutan liar tersebut menjadi prasyarat yang menentukan. Alasannya, pengelolaan dana kampung secara terbuka hanya mungkin berjalan bila praktik yang menggerogotinya lebih dulu dihentikan.

Perusahaan pelaksana
PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Banjarmasin
Sektor perusahaan
Migas
Wilayah
Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Pilar SDGs
SDG 11
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR