PT PLN Indonesia Power PLTG Pemaron · Bali

KONSEP WANAKERTI (Program pengembangan ekonomi masyarakat melalui harmoni dengan alam)

Wilayah Buleleng bagian utara memiliki hamparan lahan tandus dengan curah hujan rendah, kondisi yang membuat sebagian besar lahan dibiarkan tidak tergarap sepanjang tahun.
KONSEP WANAKERTI yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTG Pemaron mengusung pengembangan ekonomi masyarakat melalui harmoni dengan alam, sebuah gagasan yang selaras dengan tradisi Bali.
Hambatan utama di kawasan tersebut adalah ketiadaan sumber air permukaan, sementara sumur dalam menuntut daya listrik yang biayanya tidak terjangkau warga.
Pompa air digerakkan pembangkit tenaga surya, membuka akses terhadap air tanpa menambah beban biaya bulanan bagi kelompok tani.
Air yang tersedia dimanfaatkan untuk dua keperluan sekaligus, yaitu menghidupi tanaman konservasi dan menopang budidaya tanaman pisang sebagai komoditas produktif.
Pisang dipilih karena tahan terhadap kondisi kering setelah tanaman mapan, cepat berbuah, dan memiliki pasar yang selalu tersedia di kawasan wisata Bali.
Tanaman ini juga berperan menahan erosi dan memperbaiki tutupan lahan, menjadikan kegiatan bertani sekaligus sebagai upaya pemulihan kawasan tandus.
Limbah tanaman pisang berupa batang dan pelepah diolah menjadi pakan ternak, memberi nilai pada bagian yang biasanya dibiarkan membusuk setelah panen.
Pemanfaatan tersebut menutup rantai produksi di dalam kawasan, karena ternak yang diberi pakan olahan menghasilkan kotoran yang kembali menyuburkan lahan.
Gabungan antara energi terbarukan, komoditas yang sesuai iklim, dan pemanfaatan limbah menjadikan lahan tandus Buleleng berubah menjadi kawasan produktif tanpa mengubah karakter alaminya.

Perusahaan pelaksana
PT PLN Indonesia Power PLTG Pemaron
Sektor perusahaan
Energi Pembangkitan
Wilayah
Kabupaten Buleleng, Bali
Pilar SDGs
SDG 7
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR