PT Pupuk Kujang · Jawa Barat

KUWATAN SADESA (Kujang Merawat Hutan, Sejahterakan Desa)

Krisis moneter 1998 meninggalkan jejak panjang di lereng utara Gunung Malabar, kawasan yang menjadi sasaran program tanggung jawab sosial PT Pupuk Kujang dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pembalakan liar yang marak setelah reformasi menyisakan bukit-bukit gundul, memicu longsor, dan menghilangkan fungsi resapan air bagi wilayah di bawahnya.
Di kaki gunung itu, tepatnya di wilayah Desa Kiarapayung dan Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung, sekelompok petani kopi bertahan mengolah lahan sambil menjaga sisa hutan agar tetap rimbun. Kegigihan merekalah yang menggerakkan PT Pupuk Kujang turun tangan.
KUWATAN SADESA, singkatan dari Kujang Merawat Hutan Sejahterakan Desa, lahir dari kerja bersama Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan Departemen Riset perusahaan yang terjun langsung memetakan potensi kawasan.
Pemetaan awal menemukan hal yang menentukan arah program, yakni potensi kopi yang luas namun produktivitasnya rendah. Persoalannya bukan pada lahan, melainkan pada teknik budidaya dan pengelolaan nutrisi tanaman yang belum tepat.
Sistem tumpangsari dipilih sebagai jalan tengah. Kopi ditanam di bawah naungan tegakan hutan sehingga tutupan lahan tetap terjaga, akar pohon menahan tanah, dan petani tetap memperoleh hasil panen dari lahan yang sama.
Pendampingan yang diberikan mencakup rekomendasi nutrisi tanaman sesuai kompetensi inti perusahaan pupuk, pembangunan gudang dan bangunan pengolahan bagi kelompok Kopi Kiarapayung, serta pembinaan mutu bagi kelompok Cekas Kopi.
Fasilitasi pemasaran menjadi pelengkap yang menentukan. Produk kopi binaan dibawa ke berbagai pameran sehingga dikenal pasar yang lebih luas, sebuah akses yang mustahil dijangkau petani secara sendiri-sendiri.
Budidaya lebah madu hutan dikembangkan berdampingan dengan kopi. Lebah membutuhkan keragaman tanaman berbunga, sehingga keberadaannya memberi insentif langsung bagi petani untuk memperkaya vegetasi ketimbang menebangnya.
Pengolahan rempah dan sekolah sehat ditambahkan sebagai pelengkap, memperkenalkan manfaat rempah bagi kesehatan sekaligus membuka lini produk baru. Perubahan paling menentukan terjadi pada pelaku pembalakan liar dan petani sayur perambah yang beralih profesi menjadi petani kopi.
Pengukuran Social Return on Investment program ini mencatat angka 14,5, artinya setiap satu rupiah yang ditanamkan menghasilkan dampak sosial hampir lima belas kali lipat. Capaian tersebut mengantar tim Pupuk Kujang meraih penghargaan internasional pada ajang inovasi di Manila pada 2024.

Perusahaan pelaksana
PT Pupuk Kujang
Sektor perusahaan
Pupuk
Wilayah
Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Pilar SDGs
SDG 15
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR