Peternakan sapi rakyat di Kabupaten Gresik menghasilkan kotoran yang menumpuk di sekitar kandang, menimbulkan bau dan mencemari saluran air permukiman.
LITERASI disusun PT Petrokimia Gresik untuk menangani persoalan itu melalui pengelolaan peternakan yang terintegrasi dengan kegiatan pertanian warga.
Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, mengubah bahan yang menjadi sumber keluhan menjadi masukan bagi lahan pertanian di sekitarnya.
Pendampingan pengolahan sejalan dengan kompetensi inti perusahaan pupuk, yang menguasai perhitungan kandungan hara dan cara mencampurnya secara berimbang.
Peternak dilatih memperbaiki manajemen kandang, mencakup pengaturan pakan, kebersihan, dan pencatatan yang memengaruhi produktivitas ternak.
Perbaikan manajemen memberi hasil yang terukur berupa pertambahan bobot yang lebih cepat dan tingkat kematian anakan yang menurun.
Pupuk yang dihasilkan dipakai kembali oleh petani di lingkungan yang sama, memperpendek rantai pasok dan memangkas biaya sarana produksi.
Penggunaan bahan organik memperbaiki struktur tanah yang mengeras akibat pemakaian pupuk kimia bertahun-tahun tanpa pengembalian bahan organik.
Siklus tertutup antara kandang dan lahan membuat limbah peternakan tidak lagi menjadi beban lingkungan bagi permukiman di sekitarnya.
Pendapatan peternak bertambah dari dua arah, yaitu hasil ternak yang membaik dan penjualan pupuk kepada petani di luar kelompok.
- Perusahaan pelaksana
- PT Petrokimia Gresik
- Sektor perusahaan
- Petrokimia & Industri Kimia
- Wilayah
- Kabupaten Gresik, Jawa Timur
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2023