Kota Tomohon dikelilingi lahan pertanian subur, namun kotoran ayam dan sisa kulit pisang dari kegiatan warga menumpuk tanpa penanganan yang memadai.
MAENGKET, kependekan dari Maju Sejahterakan Keluarga Melalui Usaha Komposting dan Pertanian, dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTP Lahendong Unit 1 dan 2 dengan meminjam nama tarian khas Minahasa.
Kotoran ayam dan kulit pisang diolah menjadi pupuk organik, menyatukan dua jenis limbah yang saling melengkapi kandungan haranya.
Sampah organik lain diarahkan ke budidaya maggot, menghasilkan pakan berprotein tinggi yang menekan biaya pemeliharaan ternak.
Peternakan ayam petelur dikembangkan hingga mencapai produksi sekitar sembilan ribu butir per bulan, jumlah yang mampu memenuhi kebutuhan pasar setempat secara berkelanjutan.
Ketersediaan telur dalam jumlah tersebut menjadikan program ini berperan langsung dalam pencegahan stunting melalui peningkatan konsumsi protein hewani warga.
Telur dipilih sebagai sasaran karena merupakan sumber protein paling terjangkau, mudah diolah, dan diterima hampir semua kelompok usia tanpa kesulitan.
Keripik pisang goroho dikembangkan sebagai produk khas, memanfaatkan varietas pisang lokal Sulawesi Utara yang memiliki tekstur cocok untuk digoreng.
Budidaya hidroponik dijalankan sebagai lini sayuran yang hemat lahan dan air, melengkapi ragam pangan yang tersedia bagi rumah tangga.
Keterhubungan dari kotoran ternak hingga meja makan keluarga menyatukan tiga hal sekaligus, yaitu penanganan limbah, penguatan ekonomi, dan perbaikan gizi. Ketiganya berputar dalam satu siklus yang terus berulang.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTP Lahendong Unit 1 dan 2
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Tomohon, Sulawesi Utara
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2024