PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim · Papua Barat

Moi Lestari Mandiri

Masyarakat adat Moi di Kabupaten Sorong menyimpan pengetahuan turun-temurun mengenai pengelolaan hutan dan sumber daya alam di wilayah adatnya.
Melalui Moi Lestari Mandiri, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim menempatkan pengetahuan tersebut sebagai dasar program, bukan sebagai pelengkap.
Pendekatan ini menghindari kekeliruan yang lazim terjadi, yaitu memperkenalkan cara baru yang bertentangan dengan tatanan adat setempat.
Kearifan lokal dipadukan dengan praktik konservasi modern, mempertemukan aturan adat mengenai wilayah larangan dengan pemetaan kawasan yang lebih terukur.
Pengelolaan sumber daya alam secara lestari dijalankan warga sendiri, memanfaatkan hasil hutan bukan kayu yang tidak menuntut penebangan.
Pengolahan hasil didampingi agar memiliki nilai lebih tinggi ketika dijual, tidak berpindah tangan dalam bentuk mentah.
Penguatan kelembagaan adat dijalankan agar keputusan mengenai pemanfaatan kawasan tetap berada di tangan masyarakat sendiri.
Kemandirian yang hendak dicapai mencakup kemampuan ekonomi sekaligus kemampuan menentukan arah pengelolaan wilayah adat.
Hutan di wilayah adat Moi terjaga melalui aturan yang mereka susun sendiri, bentuk perlindungan yang paling dipatuhi karena berakar pada keyakinan bersama.
Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa konservasi dan penghormatan pada masyarakat adat bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Perusahaan pelaksana
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim
Sektor perusahaan
Migas
Wilayah
Kabupaten Sorong, Papua Barat
Pilar SDGs
SDG 15
Tahun
2023

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR