Indramayu menjadi salah satu daerah dengan timbulan sampah plastik tinggi, sebagian berakhir di saluran air dan pesisir tanpa penanganan yang memadai.
Lewat PAPA KINASIH, kependekan dari Pandai Pakai Plastik Bumi Berterimakasih, PT Polytama Propindo menyampaikan ajakan memakai plastik secara bijak.
Pesan itu disampaikan bukan sebagai larangan memakai plastik, melainkan sebagai ajakan menggunakannya dengan pemahaman mengenai nasib akhir bahan tersebut.
Pendekatan ini masuk akal bagi perusahaan petrokimia yang memproduksi bahan baku plastik, karena melarang pemakaian bukan pilihan yang jujur maupun realistis.
Pengenalan jenis plastik diajarkan bersama cara memilahnya menurut kode, dan memahami mana yang bernilai daur ulang tinggi serta mana yang sulit diproses.
Pengetahuan teknis semacam ini jarang sampai ke masyarakat, padahal pemilahan yang tepat menentukan hampir seluruh nilai ekonomi sampah plastik.
Kegiatan daur ulang dijalankan kelompok binaan, mengubah plastik terpilah menjadi produk yang memiliki pembeli di pasar.
Pendampingan diberikan pada aspek mutu dan kemasan agar produk daur ulang tidak dipandang sebagai barang kelas dua oleh calon pembelinya.
Pencemaran plastik di lingkungan Indramayu menurun seiring bertambahnya volume yang tertangkap sistem pengumpulan warga.
Kesadaran yang tumbuh bersifat bertahan lama karena berpijak pada pemahaman, bukan pada rasa takut atau kewajiban yang dipaksakan dari luar.
- Perusahaan pelaksana
- PT Polytama Propindo
- Sektor perusahaan
- Petrokimia & Industri Kimia
- Wilayah
- Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2023