Kawasan Rawa Paya Nie di Aceh Utara menyimpan kekayaan hayati yang khas sekaligus tekanan berat berupa penangkapan ikan menggunakan setrum listrik yang mematikan seluruh biota tanpa pandang ukuran.
PANEL DAYA, kependekan dari Paya Nie Lestari, Damai, dan Berdaya, disusun PT Pupuk Iskandar Muda untuk memulihkan kawasan tersebut sekaligus membuka penghidupan yang tidak merusak.
Praktik penyetruman dijawab dengan menyediakan alternatif yang lebih menguntungkan, yaitu budidaya ikan gabus yang memungkinkan warga memanen tanpa perlu menguras populasi liar di rawa.
Ikan gabus dipilih karena bernilai jual tinggi dan tahan terhadap kondisi perairan rawa yang kadar oksigennya rendah, sehingga kegagalan budidaya dapat ditekan sejak tahap awal.
Biodigester bernama Gemilang menjadi tulang punggung penyediaan energi, mengolah limbah peternakan dan sampah organik warga menjadi biogas yang menggantikan bahan bakar berbayar.
Panel surya melengkapi pasokan tersebut untuk menggerakkan operasional usaha mikro di kawasan ekoeduwisata, menjadikan kegiatan wisata berjalan dengan jejak emisi yang sangat rendah.
Anyaman purun, kerajinan khas rawa yang bertahun-tahun dikerjakan manual dan lambat, ditingkatkan produktivitasnya melalui alat pintal yang memangkas waktu pengerjaan secara berarti.
Purun memiliki nilai lebih ganda karena tanaman ini tumbuh alami di rawa dan pemanenannya malah menjaga keseimbangan vegetasi, sehingga kerajinan yang tumbuh sejalan dengan pelestarian habitat.
Aturan adat dihidupkan kembali sebagai perangkat penjaga ekosistem. Kesepakatan yang lahir dari musyawarah warga terbukti lebih dipatuhi dibanding larangan yang datang dari luar komunitas.
Perpaduan energi terbarukan, budidaya pengganti, kerajinan berbasis tanaman rawa, dan norma adat menjadikan Paya Nie contoh kawasan yang pulih tanpa mengorbankan sumber nafkah warganya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pupuk Iskandar Muda
- Sektor perusahaan
- Pupuk
- Wilayah
- Kabupaten Aceh Utara, Aceh
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2024