Sawah di Desa Juntinyuat kerap mengalami kekeringan pada masa kritis pertumbuhan padi, sementara garis pantai di wilayah yang sama terus terkikis dan dipenuhi sampah kiriman.
PERKASA BUMIKU yang dijalankan PT Pertamina Gas Area Jawa Bagian Barat dari wilayah kerjanya di Kabupaten Bekasi menangani kedua persoalan yang tampak terpisah itu dalam satu program terpadu.
Pompa air keliling bertenaga surya dihadirkan sebagai jawaban atas kekeringan, dengan nilai lebih berupa kemampuannya berpindah melayani petak sawah yang berbeda sesuai kebutuhan.
Sifat berpindah tersebut jauh lebih efisien dibanding pompa permanen. Alasannya, satu unit dapat melayani banyak petani tanpa memerlukan pemasangan jaringan yang mahal.
Di pesisir, geotube sepanjang lima puluh meter dipasang sebagai penahan abrasi, berupa tabung berisi material yang berfungsi memecah gelombang sebelum mencapai daratan.
Kawasan yang terlindungi tersebut kemudian ditata menjadi area wisata edukasi, mengubah lokasi yang semula rusak menjadi ruang belajar sekaligus tujuan kunjungan.
UMKM terasi dikembangkan dengan memanfaatkan hasil tangkapan setempat, memberi nilai tambah pada bahan yang biasanya dijual mentah dengan harga rendah.
Suvenir berbahan resin diproduksi sebagai lini kreatif yang menyasar pengunjung, memperluas sumber pendapatan warga di luar sektor perikanan dan pertanian.
Edukasi konservasi mangrove diberikan kepada anak sekolah agar pemahaman tentang fungsi pelindung pantai tertanam sejak dini pada generasi yang akan mewarisi kawasan tersebut.
Pelestarian budaya gamelan disertakan dalam kegiatan edukasi, menempatkan warisan seni sebagai bagian dari identitas kawasan yang perlu dijaga sebagaimana lingkungannya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Gas - Area Jawa Bagian Barat
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 6
- Tahun
- 2024