Peternakan domba di kawasan Pulosari, Kabupaten Bogor, menghasilkan kotoran dalam jumlah besar yang sampai kini menumpuk di sekitar kandang tanpa penanganan berarti.
PERMATA TANI PULOSARI yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak membangun infrastruktur biogas untuk mengubah limbah tersebut menjadi sumber energi.
Gas yang dihasilkan dipakai untuk penerangan kandang sekaligus menyalakan tungku di dapur umum posyandu, dua kebutuhan yang sebelumnya bergantung pada bahan bakar berbayar.
Sentra Bioslurry dibangun untuk mengolah ampas biodigester menjadi pupuk pertanian, melanjutkan rantai pemanfaatan hingga kembali ke lahan warga.
Limbah aci kawung atau sisa pengolahan pati aren dimanfaatkan menjadi permen domba, yaitu pakan tambahan berbentuk padat yang memenuhi kebutuhan mineral ternak.
Bentuk padat memudahkan penyimpanan dan pemberian, sekaligus memastikan ternak memperoleh asupan gizi yang merata tanpa bergantung pada ketersediaan hijauan segar.
Klinik pertanian disediakan sebagai tempat petani berkonsultasi mengenai penyakit tanaman dan pemupukan, menggantikan kebiasaan mencoba-coba yang kerap berujung gagal panen.
Dapur umum posyandu digerakkan untuk memproduksi Pemberian Makanan Tambahan, memanfaatkan energi biogas dan bahan pangan yang tersedia di desa.
Fasilitas ayam petelur dihadirkan untuk menjamin pasokan protein bagi balita yang mengalami stunting, menyediakan telur sebagai sumber gizi paling terjangkau dan mudah diolah.
Alur dari kandang hingga meja makan posyandu memperlihatkan bagaimana pengelolaan limbah ternak berujung pada perbaikan gizi anak. Kaitan semacam itu jarang terbaca pada program energi terbarukan pada umumnya.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Bogor, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2024