Kawasan sekitar bandara di Kota Semarang menampung permukiman padat dengan peluang usaha yang terbatas bagi warga di dalamnya.
Melalui Pertaharjo Berdaya Bersama, PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT DPPU Ahmad Yani mengembangkan kemandirian ekonomi warga di wilayah tersebut.
Kata bersama pada nama program menandai pilihan pendekatan, yaitu memperkuat kelompok alih-alih memberi bantuan kepada perorangan.
Penguatan kelompok memiliki daya tahan lebih baik karena beban modal dan risiko ditanggung bersama, sementara pengetahuan tersebar ke lebih banyak orang.
Jenis usaha yang dikembangkan menyesuaikan potensi lingkungan, memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki warga sebagai pijakan awal.
Pendampingan mutu diberikan agar produk kelompok layak dijual di luar lingkaran tetangga, tahap penentu apakah usaha dapat tumbuh atau berhenti kecil.
Lingkungan permukiman ditata berdampingan, menciptakan ruang yang lebih layak sekaligus mendukung kegiatan usaha yang dijalankan warga.
Pelatihan pengelolaan keuangan diberikan sebagai bekal yang menentukan, karena banyak usaha rumahan gagal bukan karena produknya buruk melainkan karena pencatatannya kacau.
Kelompok didorong membangun jaringan pemasaran sendiri, termasuk memanfaatkan lapak daring yang memungkinkan produk menjangkau pembeli di luar kota.
Kapasitas ekonomi warga meningkat secara bertahap, dan kelompok memperoleh kemampuan merencanakan usahanya tanpa menunggu arahan dari luar.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Regional JBT DPPU Ahmad Yani
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023