Perkebunan karet rakyat di Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengalami penurunan produktivitas karena sebagian besar tanaman telah tua dan bibit yang dipakai bukan berasal dari klon unggul.
PESONA TANI DEWA, kependekan dari Pertanian Sustainable Optimal Adaptif Pagar Dewa, dijalankan PT Perusahaan Gas Negara Persero Tbk SBU Transmisi Sumatera-Jawa Stasiun Pagardewa.
Pembibitan karet unggul ramah lingkungan dikembangkan sebagai langkah dasar, lantaran mutu bibit menentukan produktivitas kebun untuk puluhan tahun ke depan.
Kotoran kambing diolah menjadi pupuk kompos melalui Koperasi Padetra Artomulyo, menempatkan lembaga koperasi sebagai pengelola sehingga keuntungan berputar di antara anggota.
Keberadaan koperasi memberi kekuatan tawar yang tidak dimiliki petani perseorangan, baik dalam pembelian sarana produksi maupun penjualan hasil panen.
Pemeliharaan lebah madu dikembangkan sebagai lini pendapatan yang bergantung pada keragaman tanaman berbunga, memberi insentif menjaga vegetasi di sekitar kebun.
Pertanian semangka dan cabai dijalankan sebagai tanaman semusim yang memberi pemasukan cepat, menjembatani masa tunggu antara penyadapan karet.
Kegiatan perikanan ditambahkan untuk memanfaatkan sumber air yang tersedia, memperluas ragam usaha keluarga tani di desa tersebut.
Desa Wisata Danau Kemiri dikembangkan sebagai tujuan kunjungan, mengubah bentang alam desa menjadi aset ekonomi yang tidak habis dipakai.
Perempuan tani di desa itu diberdayakan mengolah jamu berupa permen jahe dan jahe bubuk, memberi nilai tambah pada tanaman rempah yang dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah.
- Perusahaan pelaksana
- PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk. - SBU Transmisi Sumatera-Jawa Stasiun Pagardewa
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2024