Masyarakat di sekitar Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung, memiliki pilihan penghidupan yang terbatas dengan lahan yang rawan erosi.
Bambu tumbuh melimpah di kawasan tersebut namun dimanfaatkan seadanya, umumnya hanya sebagai bahan bangunan sederhana bernilai rendah.
PT Bukit Asam Tbk Unit Pelabuhan Tarahan untuk menjalankan Bahtera Bambu, kependekan dari Masyarakat Berdaya dan Sejahtera dengan Bambu, yang menggali potensi itu.
Bambu memiliki sifat yang menguntungkan karena tumbuh sangat cepat, mampu dipanen berulang tanpa penanaman ulang, dan perakarannya kuat menahan tanah.
Kemampuan menahan erosi menjadikan budidaya bambu sekaligus sebagai upaya konservasi lahan di kawasan berlereng.
Serapan karbon bambu yang tinggi memberi manfaat iklim tambahan yang jarang dimiliki komoditas dengan siklus panen sependek itu.
Warga berlatih mengolah bambu menjadi kerajinan dan perabot yang harganya berlipat dibanding penjualan batang mentah.
Pengawetan bambu berfungsi sebagai keterampilan penentu, karena produk yang tidak diawetkan akan cepat rusak dimakan serangga.
Pendampingan pemasaran dan penguatan kelembagaan kelompok dijalankan agar hasil kerja menemukan pembeli dan usaha berjalan teratur.
Tutupan vegetasi bertambah, lahan lebih terlindungi dari erosi, dan warga memperoleh penghasilan baru dari industri kreatif berbasis bambu.
- Perusahaan pelaksana
- PT Bukit Asam Tbk. - Unit Pelabuhan Tarahan
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kota Bandar Lampung, Lampung
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2022