Kawasan pesisir Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis menghadapi abrasi dan alih fungsi lahan yang menggerus hamparan mangrovenya.
Wilayah ini juga rawan kebakaran lahan gambut, kondisi yang menjadikan pemulihan vegetasi pesisir semakin mendesak.
Program Budidaya Mangrove disusun PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Produksi Sungai Pakning untuk bersama kelompok masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dari pembibitan yang dikerjakan warga, memberi penghasilan sejak tahap paling awal sebelum penanaman dimulai.
Pembibitan lokal memiliki keuntungan tambahan karena bibit yang tumbuh di lingkungan yang sama lebih mudah beradaptasi saat dipindahkan.
Penanaman dijalankan dengan memperhatikan zona tumbuh tiap jenis, karena kesalahan penempatan menyebabkan bibit mati meski perawatannya baik.
Warga menjalankan pemeliharaan berkala untuk membersihkan sampah yang menyangkut di akar dan menyulam tanaman yang tidak bertahan.
Hasil ikutan mangrove berubah menjadi produk pangan dan kerajinan, membuka lini pendapatan yang bergantung pada tanaman yang tetap hidup.
Keterkaitan antara penghasilan dan tegakan yang utuh menjadikan warga berkepentingan menjaga kawasan ketimbang membukanya untuk tambak.
Tutupan mangrove bertambah, garis pantai lebih terlindungi dari abrasi, dan habitat biota pesisir pulih beserta hasil tangkapan yang menyertainya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Produksi Sungai Pakning
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Bengkalis, Riau
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2022