Pabrik semen membutuhkan panas dalam jumlah sangat besar dan selama puluhan tahun bergantung pada batu bara, sementara kota-kota di sekitarnya kewalahan menampung sampah domestik yang terus bertambah.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Citeureup mempertemukan dua persoalan tersebut sebagai satu penyelesaian melalui program bernama SABARA, kependekan dari Sampah sebagai Pengganti Batu Bara, yang berjalan seiring inisiatif CERDAS atau Cipta Energi dari Sampah.
Warga diberdayakan mengolah sampah domestik dan limbah menjadi Refuse Derived Fuel, yaitu bahan bakar padat hasil pemilahan, pencacahan, dan pengeringan sampah yang memiliki nilai kalor memadai untuk pembakaran industri.
Proses ini menuntut kedisiplinan pada tahap pemilahan, sebab kandungan air dan bahan yang tidak mudah terbakar akan menurunkan mutu bahan bakar yang dihasilkan. Karena itu pelatihan warga menjadi bagian yang sama pentingnya dengan penyediaan peralatan.
Bahan bakar tersebut kemudian dimasukkan ke tanur pembakaran semen untuk menggantikan sebagian pemakaian batu bara. Substitusi ini dimungkinkan karena suhu tanur semen sangat tinggi sehingga mampu membakar bahan secara tuntas tanpa menyisakan residu bermasalah.
Karakter tanur semen juga membuat abu sisa pembakaran terikat ke dalam produk akhir, berbeda dengan pembakaran sampah pada insinerator biasa yang masih menyisakan abu untuk ditangani lebih lanjut.
Dari sudut lingkungan, praktik ini menekan emisi karbon, mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang semula tak bertuan, dan mengurangi ketergantungan perusahaan pada energi fosil yang tidak terbarukan.
Dari sudut ekonomi, terbuka mata rantai penghasilan baru bagi warga sekitar pabrik dan Badan Usaha Milik Desa yang berperan sebagai pemasok bahan bakar alternatif kepada pabrik.
Posisi BUMDes sebagai pemasok tetap inilah yang membuat aliran manfaat mengendap di desa. Pendapatan tidak berhenti pada individu pengumpul, tetapi masuk ke kas badan usaha yang hasilnya dapat diputar kembali untuk kepentingan warga.
Model ini menjadikan hubungan pabrik dan desa bersifat timbal balik dan bukan sekadar penyaluran bantuan. Pabrik memperoleh pasokan energi yang lebih murah dan rendah emisi, desa memperoleh pembeli tetap bagi sampah yang sebelumnya hanya menjadi beban.
- Perusahaan pelaksana
- PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. - Pabrik Citeureup
- Sektor perusahaan
- Semen
- Wilayah
- Kabupaten Bogor, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2025