Lombok Tengah merupakan salah satu daerah pengirim pekerja migran perempuan terbesar, dan kepergian ibu dalam waktu lama meninggalkan dampak pada anak yang ditinggalkan.
Anak-anak tersebut umumnya diasuh kerabat yang tidak selalu memahami kebutuhan gizi dan stimulasi, sehingga angka stunting di wilayah ini tercatat tinggi.
PROGRAM GEMA SEHATI, kependekan dari Gerakan Masyarakat Sehat dan Hijau Terpadu, dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Bandara Internasional Lombok untuk menjawab keadaan tersebut.
Kelompok peduli kesehatan dan kebersihan dibentuk sebagai penggerak, menempatkan warga sebagai pihak yang memantau tumbuh kembang anak di lingkungannya sendiri.
Pendekatan berbasis kelompok warga menjadi pilihan yang tepat. Alasannya, pengasuh anak pekerja migran memerlukan pendampingan yang berkelanjutan dan tidak sekadar penyuluhan sesekali.
Pengelolaan sampah terpadu dijalankan untuk memperbaiki sanitasi lingkungan, faktor yang berpengaruh langsung pada kejadian infeksi berulang yang menghambat pertumbuhan anak.
Keterkaitan antara sanitasi dan stunting kerap luput dari perhatian, padahal anak yang sering sakit akan kehilangan penyerapan gizi meskipun asupan makanannya sudah cukup.
Budidaya sayur dijalankan dengan smart watering system bertenaga surya, memastikan pasokan sayuran segar tersedia tanpa terganggu keterbatasan air maupun tenaga kerja.
Hasil panen dimanfaatkan untuk Pemberian Makanan Tambahan di posyandu, menjadikan kegiatan bertani warga terhubung langsung dengan perbaikan status gizi balita.
Jalinan antara sanitasi, produksi pangan, dan pemantauan tumbuh kembang membuat penanganan stunting berjalan menyeluruh. Yang ditangani bukan hanya gejala yang terlihat di meja timbangan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Aviation FT Bandara International Lombok (BIL)
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
- Pilar SDGs
- SDG 3
- Tahun
- 2024