Petani di sekitar wilayah kerja PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang menghadapi tiga hambatan yang berulang setiap musim, yaitu sulitnya memperoleh pupuk, tingginya kegagalan pembibitan, dan tersendatnya pasokan air.
Ketiganya tidak berdiri sendiri. Bibit yang mati membuat modal tanam hilang, pupuk yang mahal menekan margin, dan air yang tidak tentu membuat petani hanya berani menanam pada musim tertentu saja.
GEMAH KARSA disusun untuk membereskan ketiga simpul itu sekaligus melalui pilar yang saling terkait, bukan menyelesaikannya satu per satu dalam kegiatan yang terpisah.
Pilar pemupukan mengalihkan sumber bahan baku ke limbah rumah tangga warga sendiri. Sampah organik yang semula menumpuk diolah menjadi pupuk organik, sehingga persoalan persampahan desa dan kebutuhan input pertanian terjawab dalam satu proses.
Perubahan ini memutus ketergantungan pada pasokan pupuk dari luar desa yang kerap langka pada puncak musim tanam. Petani tidak lagi harus antre atau membeli dengan harga jauh di atas ketentuan ketika kebutuhan sedang tinggi.
Pilar pembibitan menangani kerentanan tanaman muda terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama. Sarana pembibitan yang terlindung disediakan bersama pendampingan teknik perawatan agar bibit siap tanam dengan tingkat kegagalan yang jauh lebih rendah.
Pilar pengairan menyentuh kebutuhan paling mendasar, yaitu air bersih untuk rumah tangga sekaligus air untuk lahan. Terjaminnya pasokan membuat kegiatan bertani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada turunnya hujan.
Benang merah ketiganya adalah pemanfaatan panas bumi secara bertanggung jawab untuk menopang sektor pertanian. Alih pengetahuan dilakukan sesuai kompetensi inti perusahaan sehingga warga memperoleh akses pada penerapan teknologi yang lazimnya hanya beredar di lingkup industri.
Penerima manfaatnya menyebar lintas kelompok. Petani, warga lanjut usia, dan ibu rumah tangga sama-sama merasakan hasilnya dalam bentuk akses air bersih, kesempatan kerja, layanan kesehatan, hingga dukungan bagi praktik pertanian organik.
Rancangan seperti ini menjadikan energi panas bumi bukan sekadar komoditas yang dikirim ke jaringan listrik, melainkan sumber daya yang manfaatnya juga mengendap di ladang dan dapur warga yang tinggal tepat di sekitar wilayah kerja.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Bandung, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2025