Desa Sambirata di Kabupaten Semarang memiliki potensi pertanian dan tanaman herbal yang belum tergarap dengan pengelolaan yang memadai.
INTISARI yang dijalankan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengintegrasikan potensi tersebut untuk mengantar desa menuju kemandirian.
Keterkaitan program dengan bisnis inti perusahaan jamu memberi keuntungan yang jarang dimiliki program serupa, yaitu adanya penyerap hasil produksi yang pasti.
Kepastian pembeli mengubah perhitungan petani karena mereka dapat merencanakan luas tanam tanpa mengkhawatirkan apakah panennya akan terjual.
Komoditas unggulan dipilih berdasarkan kesesuaian dengan kondisi lahan sekaligus kebutuhan bahan baku industri yang menjadi mitra.
Budidaya didampingi dengan penekanan pada mutu, karena bahan baku obat tradisional menuntut standar yang lebih ketat dibanding komoditas pangan biasa.
Praktik penanganan pascapanen diperbaiki melalui pelatihan pengeringan dan penyimpanan yang menjaga kandungan zat aktif tanaman herbal.
Kelompok diperkuat agar mampu menghimpun hasil anggota, menjaga keseragaman mutu, dan bernegosiasi sebagai satu kesatuan.
Pendapatan petani meningkat seiring naiknya mutu dan volume yang dapat dipasok secara teratur kepada mitra industri.
Desa Sambirata berkembang sebagai contoh keterkaitan antara kebun warga dan industri pengolahan yang saling membutuhkan dalam jangka panjang.
- Perusahaan pelaksana
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncu, Tbk
- Sektor perusahaan
- Farmasi & Layanan Kesehatan
- Wilayah
- Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023