Kegiatan pertambangan timah di Kabupaten Belitung Barat menyisakan lahan yang berkurang kesuburannya dan sulit dimanfaatkan untuk pertanian biasa.
Penduduk di sekitar wilayah operasi memerlukan sumber penghidupan yang tidak bergantung pada berlanjutnya kegiatan tambang.
Kampong Amoi, kependekan dari Kampung Agro Mandiri Terintegrasi, merupakan inisiatif PT Timah Persero Tbk Unit Metalurgi Muntok untuk yang menyiapkan sumber penghidupan itu.
Konsep kampung agro terintegrasi menyatukan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Keterhubungan antarsimpul memungkinkan hasil samping satu kegiatan dipakai sebagai masukan kegiatan lain, memangkas biaya yang biasanya dikeluarkan terpisah.
Kotoran ternak beralih rupa menjadi pupuk bagi lahan pertanian, sementara sisa tanaman dimanfaatkan sebagai pakan tambahan.
Warga memakai air kolam perikanan yang kaya hara mengairi tanaman, menutup rantai pemanfaatan di dalam kawasan itu sendiri.
Keterampilan teknis diajarkan pada tiap bidang, disertai penyediaan sarana produksi yang menurunkan hambatan modal bagi kelompok pemula.
Pengurus kelompok menguasai cara menata kegiatan agar pembagian hasil di antara anggota berlangsung terbuka.
Lahan yang semula kurang produktif kembali menghasilkan, ketahanan pangan kawasan menguat, dan pendapatan warga meningkat menuju kemandirian ekonomi.
- Perusahaan pelaksana
- PT Timah (Persero), Tbk - Unit Metalurgi Muntok
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Belitung Barat, Kepulauan Bangka Belitung
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2022