Dataran tinggi Dieng di Banjarnegara dikenal sebagai sentra hortikultura, namun pola bertani di lereng curam tanpa kaidah konservasi membuat lapisan tanah subur terkikis setiap kali hujan turun deras.
Material yang terkikis itu tidak hilang begitu saja. Ia terbawa aliran sungai dan mengendap di Waduk Mrica, mempersempit daya tampung dan memperpendek usia operasional waduk yang menopang PLTA PB Soedirman.
Karena itu pengelola PLTA Mrica PB Soedirman di bawah PT PLN Indonesia Power memilih menangani persoalan dari hulu melalui program konservasi Daerah Aliran Sungai yang dipadukan dengan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan Dieng.
Penanganan diarahkan pada dua sisi. Laju erosi ditahan melalui perbaikan cara bertani di lereng, sementara kualitas vegetasi kawasan hulu dipulihkan agar tanah kembali memiliki penahan alami sepanjang tahun.
Perbaikan cara bertani mencakup penataan arah tanam, penambahan tanaman keras di batas lahan, dan pengurangan pengolahan tanah yang berlebihan, langkah yang tidak menuntut biaya besar namun menuntut perubahan kebiasaan.
Di badan waduk sendiri, eceng gondok yang tumbuh berlebihan diangkat dan diolah menjadi pupuk organik. Satu kegiatan menyelesaikan dua hal, yakni membersihkan permukaan air dan menyediakan bahan penyubur bagi lahan warga.
Pengelolaan sedimentasi dilakukan seiring dengan itu, sebab endapan yang tidak ditangani akan terus mengurangi volume tampungan efektif dan pada akhirnya menurunkan kemampuan waduk memproduksi listrik.
Kepentingan teknis perusahaan dan kepentingan publik bertemu pada titik ini. Memperpanjang usia operasional Waduk Mrica berarti menjaga pasokan listrik sekaligus mempertahankan fungsi pengendalian air bagi wilayah di bawahnya.
Agar warga lereng Dieng memiliki alasan ekonomi untuk menjaga lahannya, dikembangkan skema industri kopi Banjarnegara yang menjangkau rantai dari hulu hingga hilir, mencakup budidaya, pengolahan pascapanen, dan pemasaran.
Kopi dipilih karena tumbuh baik di ketinggian tersebut sekaligus menuntut pohon penaung yang justru memperkuat tutupan lahan. Ketika pendapatan dari kopi membaik, praktik bertani yang merusak lereng kehilangan daya tariknya dengan sendirinya.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica PB Soedirman
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2025