Kelurahan Tanjung Mas di Semarang Utara menyimpan tumpukan persoalan dalam satu hamparan kawasan kumuh seluas 17,34 hektare, wilayah yang berada tepat di kawasan pesisir dan rutin terpapar banjir rob.
Data awal yang dihimpun PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang memotret kondisi tersebut dengan angka. Timbulan sampah mencapai 24 ton per hari, sementara 79 balita tercatat bergizi kurang dan menjadi jumlah tertinggi di Kota Semarang.
Potret lainnya sama mengkhawatirkan, meliputi 68 ibu hamil dengan risiko kesehatan tinggi serta 25 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor sepanjang 2023 hingga 2025, belum termasuk kasus yang tidak pernah dilaporkan.
Menghadapi persoalan yang saling berkelindan seperti itu, Lawang Cemoro dirancang sebagai pintu harapan bagi masyarakat Semarang Utara dengan menggabungkan penanganan sosial, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dalam satu program.
Pendekatan sepotong-sepotong dinilai tidak akan berhasil, sebab kekerasan rumah tangga, kemiskinan, dan buruknya gizi anak di kawasan ini tumbuh dari akar yang sama, yakni tekanan ekonomi yang menahun.
Layanan bagi korban dipusatkan di Rumah Sehat Pertamina yang menyediakan kanal pelaporan, pendampingan pengasuhan bagi keluarga, konseling melalui pojok psikolog, hingga pendampingan lanjutan. Tercatat 25 korban kekerasan dalam rumah tangga telah mengakses layanan tersebut.
Keberadaan satu tempat yang menampung berbagai layanan sekaligus terbukti penting, karena korban kekerasan umumnya enggan berpindah-pindah instansi dan menceritakan ulang pengalamannya berkali-kali.
Jalur pemulihan ekonomi ditempuh melalui pertanian terpadu di Kelompok Wanita Tani Tunas Bahagia. Sebanyak 14 perempuan kini memiliki pekerjaan dan penghasilan dengan kenaikan pendapatan sekitar Rp500.000 per bulan.
Perubahan paling menandai terjadi pada seorang mantan korban yang bergabung ke kelompok SAPA dan kini berperan sebagai pegiat anti-kekerasan, berpindah posisi dari pihak yang ditolong menjadi pihak yang menolong.
Capaian lain mencatat sembilan warga keluar dari kemiskinan dengan tambahan pendapatan sekitar Rp542.222 per bulan, serta 11 orang dengan gangguan jiwa memperoleh layanan kesehatan mental rutin berupa pemeriksaan, terapi, dan pelatihan keterampilan. Perubahan sebesar itu di kawasan yang semula dianggap paling sulit mengantar Integrated Terminal Semarang ke peringkat Emas PROPER periode 2025.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Semarang
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 5
- Tahun
- 2025