Petani kopi di kawasan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil dan menempatkan mereka pada posisi paling lemah.
Harga yang ditekan membuat pendapatan tidak mencukupi, mendorong sebagian warga membuka lahan di kawasan hutan lindung untuk menambah luas garapan.
Lewat Layung Respati, PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu dengan sasaran melawan unfair trading sekaligus menekan penyalahgunaan hutan lindung.
Pendekatan utamanya berupa rekonstruksi pola pikir petani kopi, karena persoalan harga tidak dapat diselesaikan tanpa perubahan cara mereka memandang posisinya sendiri.
Rumah Belajar Kopi dihadirkan sebagai tempat petani mempelajari mutu, penetapan harga, dan cara berhadapan dengan pembeli.
Kapasitas produksi ditingkatkan melalui pemanfaatan mesin berbasis brine, yaitu air panas sisa proses panas bumi yang dipakai sebagai sumber energi pengolahan.
Pemanfaatan brine menautkan aset industri dengan kebutuhan petani, mengubah produk samping operasi menjadi penopang usaha rakyat.
Penanaman pohon penaung jenis Indigofera dijalankan untuk memulihkan tutupan lahan sekaligus memberi naungan yang dibutuhkan tanaman kopi.
Kelompok ERMi atau Emergency Response Group Millennial dilibatkan menerapkan landslide detector sebagai peringatan dini tanah longsor bagi warga.
Posisi tawar dan pendapatan petani kopi membaik, tekanan terhadap hutan lindung berkurang, dan capaian ini mengantar Area Ulubelu meraih PROPER Emas untuk pertama kalinya pada 2022.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Tanggamus, Lampung
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2022