Kelurahan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah adalah kawasan yang secara geografis terpisah dan sulit dijangkau layanan kota, termasuk layanan pengangkutan sampah karena wilayah tersebut tidak memiliki akses ke tempat pembuangan akhir.
Pemetaan sosial yang dilakukan pada 2020 memotret kondisi yang berat. Lebih dari 4.600 warga masuk kategori berpendapatan rendah, dengan 320 kelompok rentan secara ekonomi yang mencakup mantan pekerja migran, mantan anak buah kapal, dan buruh lepas.
Beban lingkungannya setara berat. Timbulan sampah mencapai sekitar 240 ton per tahun tanpa saluran pembuangan yang memadai, sehingga sebagian berakhir di perairan dan lahan terbuka.
Dari pemetaan itulah PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap menyusun MAMAKU SIGAP, dengan inovasi inti berupa Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir yang menggabungkan penanganan ekonomi dan lingkungan dalam satu kerangka.
Pendekatan yang dipakai adalah ekonomi sirkular berbasis prinsip 9R, mulai dari menolak dan memikirkan ulang kebutuhan hingga memanfaatkan kembali serta memulihkan material, dengan orientasi menghasilkan banyak komoditas dan banyak sumber pendapatan sekaligus.
Bank Sampah Abhipraya menjadi simpul pengelolaan, dengan kemampuan menangani sekitar 7,6 ton sampah per tahun dan mengubah aliran material yang semula menuju pembuangan menjadi bahan baku usaha warga.
Pilar pesisir produktif digarap melalui restorasi lahan dan budidaya perikanan kelautan, memulihkan kawasan mangrove sekaligus menyediakan sumber tangkapan yang lebih dekat bagi warga.
Kampoeng Kepiting tumbuh sebagai sentra kuliner hasil laut yang dikelola warga sendiri, dengan kepiting cangkang lunak sebagai menu andalan. Kawasan ini kini menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Cilacap dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Pilar penguatan kapasitas dijalankan melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya, sementara Pasar Amarta menyediakan saluran pemasaran bagi produk UMKM lokal dan Integrated Farming System menjadi wadah praktik pertanian sekaligus perikanan warga.
Perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp366 juta setiap bulan, dan lima persen dari angka tersebut dikembalikan untuk kegiatan kemasyarakatan. Perputaran sebesar itu di tingkat satu kelurahan turut mengukuhkan Kilang Cilacap pada peringkat Emas PROPER periode 2025.
- Perusahaan pelaksana
- PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 1
- Tahun
- 2025