Kabupaten Gresik menghadapi dampak perubahan iklim dalam bentuk yang sangat konkret, mulai dari cuaca ekstrem hingga kenaikan suhu yang mengganggu kegiatan warga.
Perubahan iklim bagi masyarakat pesisir dan perkotaan jarang terasa sebagai isu global, melainkan sebagai gangguan pada sumber penghidupan sehari-hari.
MAS KPT PJB UP Gresik menyusun LIMIS, kependekan dari Masyarakat Peduli Iklim yang Harmonis, untuk untuk membangun kesiapan warga menghadapi keadaan itu.
Aksi adaptasi dan mitigasi dikerjakan pada tingkat komunitas agar hasilnya terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan berhenti pada kampanye.
Penghijauan dijalankan untuk menurunkan suhu lingkungan sekaligus memperbaiki daya serap air di kawasan yang sebagian besar sudah tertutup perkerasan.
Pengelolaan sampah diperkenalkan sebagai kegiatan yang langsung menekan emisi, karena sampah organik yang membusuk menghasilkan gas metana.
Efisiensi energi rumah tangga didorong melalui kebiasaan sederhana yang manfaatnya terbaca pada tagihan listrik bulanan warga.
Pertanian adaptif diterapkan bagi warga yang menggarap lahan, meliputi pemilihan varietas dan pengaturan waktu tanam yang menyesuaikan pergeseran musim.
Edukasi iklim dilembagakan di tingkat komunitas agar pengetahuan tersebar dan bertahan melampaui masa pendampingan perusahaan.
Kapasitas adaptasi masyarakat meningkat, emisi dari kegiatan rumah tangga menurun, dan kualitas lingkungan permukiman membaik secara bersamaan.
- Perusahaan pelaksana
- PT PJB UP Gresik
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Gresik, Jawa Timur
- Pilar SDGs
- SDG 13
- Tahun
- 2022