Komunitas Adat Terpencil Dayak Punan Basap di Lati, Kabupaten Berau, secara turun-temurun menggantungkan penghidupan pada madu hutan.
Pemanenan madu dari pohon bangeris yang menjulang tinggi merupakan keterampilan yang diwariskan lintas generasi, namun hasilnya dijual dengan harga rendah.
Hambatan mereka terletak pada mutu produk yang tidak seragam, ketiadaan legalitas, dan tidak adanya akses ke pasar di luar pengepul setempat.
PT Berau Coal Site Lati menjalankan MADUNTA, yang dalam bahasa Berau berarti madu kita, yang untuk membenahi seluruh rantai tersebut.
Program berjalan melalui delapan tahapan, berawal dari penyediaan sarana panen yang higienis dan pelatihan pemanenan secara lestari.
Kelompok melakukan pemetaan potensi madu untuk mengetahui sebaran pohon sarang dan memperkirakan kapasitas produksi yang dapat dipertahankan.
Warga membangun Rumah kemas bernama Berau Creative sebagai tempat pengolahan dan pengemasan yang memenuhi standar kebersihan.
Uji laboratorium serta pengurusan izin PIRT dan BPOM diselesaikan sebagai syarat masuk ke pasar formal yang bertahun-tahun tertutup.
Budidaya madu kelulut dipadukan dengan pemanenan madu hutan, memberi kelompok sumber pendapatan yang tidak sepenuhnya bergantung pada musim berbunga pohon hutan.
Pendapatan pemanen madu meningkat hingga melampaui upah minimum kabupaten, sementara kelestarian hutan tetap terjaga karena menjadi sumber pakan lebah mereka.
- Perusahaan pelaksana
- PT Berau Coal - Site Lati
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2022