Pantai selatan Sukabumi menerima kiriman kayu yang terbawa arus dan terdampar dalam jumlah besar, terutama pada musim gelombang tinggi.
Kayu tersebut menumpuk di sepanjang garis pantai, mengganggu pemandangan, menghambat aktivitas nelayan, dan membusuk perlahan tanpa ada yang menanganinya.
Lewat PERMADANI, PT PLN Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan PLTU Palabuhanratu menjadikan sampah kayu pantai tersebut sebagai bahan baku biomassa.
Biomassa merupakan bahan bakar padat berbasis material organik yang dapat menggantikan sebagian pemakaian batu bara pada proses pembakaran.
Warga dilatih mengumpulkan, memilah, mengeringkan, dan mencacah kayu hingga mencapai ukuran serta kadar air yang sesuai dengan kebutuhan pembakaran.
Tahap pengeringan menjadi paling menentukan, karena kayu yang masih basah memiliki nilai kalor rendah dan menyulitkan proses pembakaran di tungku.
Kepastian adanya pembeli mengubah kedudukan kayu pantai dari sampah yang dibiarkan menjadi bahan yang layak dikumpulkan dan diangkut.
Pesisir menjadi lebih bersih tanpa memerlukan kerja bakti berkala, karena pembersihan berjalan dengan sendirinya melalui kegiatan yang menghasilkan uang.
Pemanfaatan biomassa menurunkan porsi bahan bakar fosil pada pembangkitan, memberi manfaat lingkungan yang melampaui wilayah pesisir tempat kayu dikumpulkan.
Kelompok pengumpul memperoleh penghasilan tetap dari kegiatan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin mendatangkan uang sama sekali.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power - Unit Jasa Pembangkitan PLTU Palabuhanratu
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2023