Lahan pertanian di sekitar Bontang sebagian mengalami penurunan kesuburan akibat pengolahan yang tidak disertai pengembalian bahan organik ke dalam tanah.
Program Permata Borneo yang dijalankan PT Pertamina Gas Area Kalimantan SKG Bontang menempatkan revitalisasi lahan sebagai langkah pertama sebelum berbicara tentang hasil panen.
Pengolahan tanah dilakukan untuk memperbaiki struktur yang memadat, kondisi yang menghambat akar berkembang dan air meresap ke lapisan yang lebih dalam.
Perbaikan struktur tanah merupakan pekerjaan yang hasilnya tidak langsung terlihat, namun menentukan keberhasilan seluruh kegiatan budidaya yang dijalankan setelahnya.
Sistem PISPA diterapkan untuk mendistribusikan air sekaligus pupuk secara merata ke seluruh bagian lahan yang digarap kelompok tani.
Penyaluran pupuk bersamaan dengan air memiliki kelebihan karena unsur hara langsung tersedia dalam bentuk terlarut yang mudah diserap akar tanaman.
Pemerataan distribusi menjawab persoalan yang jarang disadari, yaitu perbedaan hasil antarpetak yang muncul karena sebagian lahan menerima air dan pupuk lebih banyak dibanding lainnya.
Kompos organik diproduksi untuk mendukung kegiatan pertanian, memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan warga tanpa memerlukan pembelian dari luar.
Ketersediaan kompos buatan sendiri memangkas belanja sarana produksi sekaligus mengembalikan bahan organik yang sampai kini hilang dari siklus lahan.
Alur dari perbaikan tanah, pengairan terukur, hingga penyediaan pupuk mandiri menjadikan lahan yang semula kurang produktif kembali layak menjadi tumpuan penghidupan warga.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Gas - Area Kalimantan - SKG Bontang
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Bontang, Kalimantan Timur
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2024