Petani karet di sekitar Stasiun Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, menghadapi tiga persoalan yang datang bersamaan, yaitu pendapatan yang rendah, produktivitas kebun yang menurun, dan ancaman kebakaran lahan setiap musim kemarau.
Ketiganya saling mengunci dalam satu lingkaran. Harga karet yang tidak menentu membuat petani enggan merawat kebun, kebun yang telantar menjadi kering dan mudah terbakar, sementara kebakaran menghancurkan sumber penghasilan yang tersisa.
PESONA TANI DEWA, kependekan dari Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagardewa, disusun PT Perusahaan Gas Negara Tbk untuk membongkar lingkaran tersebut dari beberapa sisi sekaligus.
Jalan keluarnya berupa Sistem Tanam Terpadu yang dikenal sebagai Sister Dewa, berisi pendampingan pengelolaan lahan secara berkelanjutan bagi para petani karet.
Inti gagasannya adalah menanam komoditas lain di sela tanaman karet, sehingga lahan yang sama menghasilkan lebih dari satu jenis pemasukan sepanjang tahun.
Pola ini mengubah perhitungan petani. Kebun tetap terawat dan memberi penghasilan meski harga karet sedang lesu, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkannya dalam keadaan telantar.
Kebun yang terawat dan tetap hijau juga berfungsi sebagai penghalang api yang paling murah, karena lahan yang lembap dan bervegetasi rapat jauh lebih sulit terbakar dibanding semak kering yang ditinggalkan.
Sisi ketahanan pangan dikembangkan melalui budidaya terpadu yang mengubah keterbatasan perkebunan menjadi peluang, memastikan kebutuhan dapur keluarga terpenuhi dari lahan sendiri.
Pengembangan ekowisata membuka jalur pendapatan tambahan dengan memanfaatkan bentang kebun dan kegiatan bertani sebagai daya tarik bagi pengunjung.
Langkah mitigasi bencana dijalankan melalui penerapan cara-cara adaptif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan api yang selama ini menjadi pemicu utama.
- Perusahaan pelaksana
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk. - Stasiun Pagardewa
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2025