Batik yang diwarnai bahan sintetis meninggalkan limbah cair yang mencemari saluran air, persoalan menahun yang melekat pada sentra batik di berbagai daerah.
PESONA SRIWIJAYA, yang mengusung gagasan Plant-Based Recycling On Ecoprint Innovation, disusun PT PLN Indonesia Power Sektor Dalkit Keramasan di Kota Palembang untuk memutus ketergantungan tersebut melalui teknik ecoprint.
Ecoprint bekerja dengan memindahkan bentuk dan warna daun langsung ke permukaan kain melalui proses pengukusan atau penekanan.
Teknik ini tidak memerlukan pewarna kimia sama sekali, sehingga limbah cair yang dihasilkan dapat dibuang tanpa mencemari lingkungan.
Bahan yang dipakai berasal dari tanaman di sekitar, memberi perajin akses bahan baku tanpa biaya beli dan tanpa bergantung pada pemasok.
Setiap lembar kain menghasilkan motif yang tidak pernah sama karena bentuk dan kandungan tiap daun berbeda, menjadikan produknya bernilai seni.
Keunikan tersebut menaikkan harga jual jauh di atas kain cetak biasa, memberi perajin margin yang lebih longgar untuk usaha berskala kecil.
Daur ulang bahan diterapkan dengan memanfaatkan kain sisa dan bahan bekas sebagai media, menekan limbah tekstil yang jumlahnya besar.
Kelompok perajin dilatih menguasai pemilihan daun, pengaturan waktu proses, dan penguncian warna agar hasilnya tidak luntur saat dicuci.
Produk ecoprint yang dihasilkan membuka lini usaha kreatif yang berjalan selaras dengan prinsip lingkungan, tanpa harus mengorbankan salah satunya.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power Sektor Dalkit Keramasan PLTG-U Keramasan
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Palembang, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2023