Pandemi memukul telak ekonomi masyarakat di sekitar terminal bahan bakar Maos, Kabupaten Cilacap, dengan petani sebagai kelompok yang paling terdampak.
Posisi tawar petani yang lemah membuat mereka menerima harga apa adanya, sementara biaya sarana produksi terus merangkak naik.
PETANI, kependekan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT Fuel Terminal Maos menyusun Pulihnya Ekonomi Bersama Penyangga Tatanan Negeri, untuk untuk memulihkan keadaan itu.
Penamaan tersebut menegaskan kedudukan petani sebagai penyangga ketahanan pangan, peran yang sejauh ini tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima.
Kelompok tani belajar memperbaiki teknik budidaya agar hasil per satuan luas meningkat tanpa menambah luas lahan garapan.
Penanganan pascapanen dibenahi melalui pelatihan sortasi, pengeringan, dan penyimpanan yang menjaga mutu hasil sampai ke tangan pembeli.
Kelembagaan kelompok menguat agar petani mampu menghimpun hasil dan menjual bersama dalam volume yang menarik bagi pembeli besar.
Menjual secara berkelompok memperpendek jalur perdagangan yang selama ini menyerap sebagian besar selisih harga sebelum sampai ke petani.
Diversifikasi usaha didorong agar pendapatan keluarga tani tidak bertumpu pada satu komoditas yang harganya mudah bergejolak.
Produktivitas dan nilai jual hasil pertanian meningkat, kelembagaan petani menguat, dan perekonomian masyarakat berangsur pulih dari tekanan pandemi.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Regional JBT Fuel Terminal Maos
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2022